Mei 22, 2024

Berita Online Terkini

Informasi Seputar Berita Terkini Terbaru

aktivis anti-aborsi mengincar target baru

6 min read
aktivis anti-aborsi mengincar

aktivis anti-aborsi mengincar target baru

aktivis anti-aborsi mengincar

aktivis anti-aborsi mengincar target baru, Secara global, lebih dari 100 negara menyediakan kontrasepsi oral tanpa resep, menjadikan AS salah satu dari sedikit negara yang memerlukannya. Beberapa organisasi pengobatan besar AS – termasuk American Medical Association dan American Academy of Family Physicians – telah meminta pihak berwenang AS untuk melakukan hal yang sama aktivis anti-aborsi mengincar.

Frédérique Welgryn, Chief Strategic Operations and Innovation Officer di HRA Pharma, berpendapat bahwa aplikasi perusahaan adalah “momen terobosan” dalam kesetaraan reproduksi di AS. Aplikasi tersebut, kata perusahaan, mengikuti penelitian bertahun-tahun yang di maksudkan untuk membantu membuat kasusnya ke regulator AS.

Pengecer AS membatasi pembelian alat kontrasepsi darurat

Ribuan orang berbaris ke Gedung Putih untuk hak aborsi
“Memindahkan pil KB yang aman dan efektif ke OTC [over the counter] akan membantu lebih banyak wanita dan orang mengakses kontrasepsi tanpa menghadapi hambatan yang tidak perlu.”

Menurut perusahaan, keputusan dari FDA di harapkan tahun depan. Persetujuan akan berlaku secara eksklusif untuk obat Opill perusahaan, yang di akuisisi dari Pfizer pada tahun 2014. Pasien telah dapat menggunakan pil tersebut, jika di resepkan, sejak tahun 1973.

BBC telah menghubungi FDA untuk memberikan komentar.

Aplikasi HRA datang di tengah perdebatan publik yang intens tentang hak-hak reproduksi di AS, dengan anggota parlemen Demokrat dan aktivis pro-pilihan mendesak FDA untuk mempertimbangkan permintaan serupa.

Pada bulan Maret, misalnya, 50 anggota Kongres dari Kaukus Pro-Pilihan Dewan Perwakilan Rakyat menulis surat terbuka

yang meminta pemerintah untuk “meninjau aplikasi untuk pil KB tanpa penundaan dan hanya berdasarkan data”.

Ms Welgryn mengatakan kepada New York Times bahwa aplikasi perusahaan itu tidak terkait dan “kebetulan yang sangat menyedihkan”. “Pengendalian kelahiran bukanlah solusi untuk akses aborsi,” katanya.

Baca Juga  Daftar Kode Dial Telkomsel Murah Terbaru 2022

Sejak putusan aborsi Mahkamah Agung, pengecer terkemuka AS telah melaporkan penjatahan pil KB di tengah melonjaknya permintaan.

Juga pada hari Senin, pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan penyedia layanan kesehatan harus menawarkan

layanan aborsi jika nyawa seorang ibu terancam.

Pemerintah mengatakan undang-undang federal tentang pedoman perawatan darurat menggantikan undang-undang negara bagian yang sekarang melarang prosedur tersebut.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan mengatakan dokter harus melakukan aborsi jika mereka yakin “pasien hamil”

mengalami kondisi medis darurat dan jika prosedurnya akan menjadi “perawatan yang menstabilkan”.

Di katakan kondisi darurat termasuk “kehamilan ektopik, komplikasi keguguran, atau gangguan hipertensi yang muncul, seperti preeklamsia dengan fitur parah”.

Gerakan Anti-Aborsi di Amerika Bujuk Masyarakat Berubah Pikiran

aktivis anti-aborsi mengincar

Aborsi menjadi isu yang memecah AS. Sebagian mendukung praktik tersebut, sementara lainnya menolak. Mark Baumgartner termasuk ke dalam kelompok kedua. Ia dan kelompok gerakan anti-aborsinya, A Moment of Hope, gigih membujuk perempuan yang memilih melakukan prosedur aborsi agar berubah pikiran.

Mark Baumgartner memarkir mobil karavannya yang berstiker “Tes USG Kehamilan” di luar klinik Planned Parenthood di Columbia, South Carolina. Ia mengatakan, dirinya tidak mencoba untuk mempermalukan atau membuat takut para perempuan yang ingin melakukan aborsi. Mantan pilot berusia 53 tahun itu berhenti dari pekerjaannya 10 tahun lalu untuk mendirikan A Moment of Hope, sebuah kelompok gerakan anti-aborsi.

Sementara Planned Parenthood sendiri adalah lembaga nonprofit yang menyediakan perawatan kesehatan reproduksi, termasuk prosedur aborsi, di AS dan seluruh dunia. Kepada Associated Press, Mark mengatakan: “Ada kelompok-kelompok (anti-aborsi) lain yang datang dengan pola pikir untuk berkhotbah atau meneriaki para ibu. Kami rasa itu justru merugikan (gerakan ini). Misi kami di sini, di depan klinik aborsi, adalah menjadi harapan terakhir dan menolong para ibu yang datang untuk melakukan aborsi.” Setiap pagi, anggota kelompoknya berdiri di sekitar klinik Planned Parenthood, siap menyambut mereka yang berkunjung ke klinik itu untuk menjalani prosedur aborsi. “Bapa di Surga, kami memohon pertolonganmu hari ini.

Baca Juga  Cara Cek Kuota Telkomsel Termudah

Kami berdoa semoga tidak ada aborsi hari ini,” katanya melalui sambungan radio kepada paranggota. Mahkamah Agung AS diperkirakan akan membatalkan keputusan kasus Roe lawan Wade pada tahun 1973, yang melegalisasi praktik aborsi di seluruh Amerika. Mark yakin negara bagiannya akan segera melarang praktik tersebut. Sementara itu, jajak pendapat Pew Research Center Maret lalu menunjukkan bahwa 61% penduduk dewasa AS berpendapat aborsi seharusnya legal dalam semua atau sebagian kasus – hanya 37% yang mengatakan sebaliknya.

Serupa dengan itu, jajak pendapat oleh Gallup Mei lalu juga menunjukkan bahwa 55% responden mendukung aborsi – angka tertinggi sejak jajak pendapat tersebut dilakukan tahun 1995 oleh lembaga itu.

Polisi Temukan 5 Janin di Dalam Rumah Aktivis Anti-Aborsi AS

Petugas kepolisian Washington DC, Amerika Serikat menemukan 5 janin di dalam rumah seorang aktivis anti-aborsi. Penemuan mengejutkan itu diungkap setelah penggerebekan pada hari Rabu (30/3/2022) waktu setempat. Aktivis itu adalah seorang wanita 28 tahun bernama Lauren Handy. Handy adalah pemimpin kelompok Pemberontakan Progresif Anti-Aborsi (PAAU). Kepolisian menemukan 5 janin di dalam kotak pendingin ketika mereka merespons sebuah pesan anonim yang mengatakan terdapat material biohazard di rumah Handy.

Janin-janin tersebut kemudian di serahkan kepada Kantor Kepala Pemeriksa Medis D.C. Handy menolak untuk memberikan komentar tentang kejadiaan ini, tetapi mengatakan kepada WUSA9 bahwa “orang-orang akan terkejut ketika mereka mendengar apa yang terjadi.” Asisten Eksekutif Polisi DC. Kepala Polisi Ashan M. Benedict mengatakan kepada wartawan hari Kamis janin yang ditemukan tampaknya telah digugurkan sesuai dengan hukum DC.

“Tampaknya tidak ada tindakan kriminal tentang itu —kecuali bagaimana mereka bisa sampai ke rumah itu,” kata Benedict. Pihak berwenang belum mengungkapkan dari mana Handy mendapatkan janin-janin tersebut. Handy baru-baru ini mengklaim telah mendapatkan akses ke bank organ dan janin di University of Washington di Seattle. Pihak universitas mengatakan bahwa tempat penyimpanan di nginnya terkunci dan tidak ada yang di ambil.

Pesan anonim yang di terima polisi tiba hanya satu hari setelah Handy didakwa, bersama dengan delapan orang lainnya, atas tuduhan kejahatan federal karena memblokade akses masuk sebuah klinik kesehatan reproduktif D.C. pada Oktober 2020. Handy dituduh telah menelepon klinik dan berpura-pura menjadi seorang wanita bernama Hazel Jenkins, yang membutuhkan layanan kesehatan reproduksi. Handy pun datang ke klinik dan memberi tahu seorang spesialis medis di luar klinik bahwa dia adalah Hazel Jenkins dan menghalangi orang memasuki ruang tunggu klinik itu bersama 8 aktivis lainnya.

Baca Juga  Kumpulan Cara Daftar Gojek Terlengkap dan Terbaik

Aktivis Anti-Aborsi As Berjanji Akan Kembali Ke Australia

aktivis anti-aborsi mengincar

Troy Newman, seorang aktivis anti-aborsi mengincar dari AS yang di usir dari Australia setelah visanya di tolak, tiba kembali di AS, Sabtu (Minggu WIB),

tapi bertekad untuk kembali Australia tahun ini juga. Newman yang tiba di bandara internasional Los Angeles untuk transit dalam perjalanan ke Wichita,

Kansas, di mana organisasinya “Operation Rescue” bermarkas, menyatakan bahwa ia tidak akan menyerah dalam usaha berkampanye anti-aborsi di seluruh Australia.

Rencana perjalanannya akhirnya berantakan ketika visa masuk Australia di cabut dan di tahan di bandara Melbourne selama tiga hari.

Ia gagal untuk mendapatkan kembali visa yang memaksa ia bersama istrinya meninggalkan negara itu. Visanya di cabut sebelum ia meninggalkan AS dan setelah sejumlah politisi Australia menyatakan kekhawatiran atas kunjungan Newman yang bisa memicu kekerasan terhadap penyedia layanan aborsi atau wanita yang melakukan operasi.

Newman menyatakan tekadnya bahwa ia tetap akan berusaha memasuki Autralia dalam 2015 ini juga untuk menyampaikan pesannya mengenai anti-aborsi.

“Jendral McArthur pernah berkata ‘Saya Akan Kembali’, maka saya akan kembali,” kata Newman mengutip pahlawan AS yang terbukti.

memenuhi janjinya membebaskan Filipina dari cengkeraman Jepang saat Perang Dunia II.

Salah satu hal yang di kecam oleh Newman adalah mengapa wanita yang melakukan aborsi tersebut tidak di kenakan fasal pembunuhan.

Newman menyatakan bahwa pandangan serta aksinya telah di salah artikan dan ia menyebut di rinya sendiri sebagai “aktivis perdamaian”

yang mengajarkan masyarakat “bagaimana menutup klinik aborsi tanpa kekerasan dan menyelamatkan bayi.

” Penolakan terhadap visa Newman terjadi setelah pemerintah Australia menyatakan bahwa mereka akan menolak mengeluarkan visa untuk bintang hip-hop AS Chris Brown karena latar belakang.