Mei 23, 2024

Berita Online Terkini

Informasi Seputar Berita Terkini Terbaru

Panen Ikan Teri, Video Nelayan Gunung Kidul

5 min read
Panen Ikan Teri

Panen Ikan Teri

Panen Ikan Teri, Video Nelayan Gunung kidul,  Media sosial Instagram di buat heboh oleh postingan video ribuan ikan teri yang berlompatan di laut dan nelayan

dengan mudahnya menciduk ikan-ikan itu lalu memasukkan nya ke kapal. Menurut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gunung kidul,

fenomena seperti itu akan berlangsung 1-2 bulan. Di lihat, tampak nelayan di Pantai Baron tengah membawa kotak berisi ikan teri laut.

Beberapa nelayan terlihat sibuk memindahkan ikan teri laut ke dalam kapal dengan cara menciduknya.

“Iya (betul video itu di Pantai Selatan Gunung kidul), dan itu sebenarnya sudah berlangsung hampir satu minggu,” kata Ketua HNSI Gunungkidul Rujimanto saat di hubungi.

Menurutnya, hal tersebut akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Namun, Rujimanto berharap hal tersebut tidak berlangsung lama karena akan membuat harga teri laut anjlok.

“Seperti itu karena kan saat ini sudah musim teri laut, kalau menjaringnya ya saat malam hari. Kalau sampai kapan, ini bisa berlangsung selama satu-dua bulan.

Diperkirakan Harga Ikan Teri Bisa Anjlok

Tapi kalau terlalu banyak nanti harganya malah anjlok,” ujarnya. Hal tersebut karena harga teri laut perkilogram hanya Rp 6-7 ribu.

Meski di akuinya untuk meraup ratusan kilogram teri laut bukan hal yang sulit. Kalau sehari dapat berapa (teri laut) itu tergantung sama yang bekerja, kalau satu jam mencari 5 kuintal cepat.

Untuk harga jualnya antara Rp 6-7 ribu,” ucapnya. Di sisi lain, Rujimanto menyebut hasil tangkapan saat ini kurang bagus. Pasalnya saat ini cuaca terbilang tidak stabil

Baca Juga  Tanda Website Diretas Dan Cara Megatasinya

“Kurang, kurang bagus Karena menurut ilmu titen ini cuacanya yang kurang pas, jadi suhu air laut tidak stabil. Jadi sangat pengaruh dengan keberadaan ikan yang berteduh di kawasan laut selatan Gunung kidul,” ujarnya. Biasanya kalau yang bagus itu saat kemarau panjang, itu kan air laut dingin.

Nah, sekarang begitu mau dingin kena hujan panas lagi, nah suhunya tidak sesuai dengan ikan, ikan kan imigrasi,” lanjut Rujimanto.

Baca juga: Hacker Bjorka Kembali Beraksi

Ini Penyebabnya Ikan Teri Berlompatan di Pantai Selatan

Selama 2 hari terakhir ini viral sebuah video yang mengambarkan ribuan ikan teri berlompatan di sepanjang pinggir pantai wlayah Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Warga tak perlu menjaring ikan teri ke tengah laut namun ribuan ikan teri yang bernama latin stolephorus SP itu berlompatan mendekati pinggir pantai.

Nelayan dan warga pun panen ikan teri tanpa harus bersusah payah. Hanya bermodalkan jaring kecil dalam waktu kurang 1 jam sudah mendapat sekitar 1 ember ikan teri.

Dalam tayangan video yang menampilkan ikan-ikan teri berlompatan di sekitar kawasan Pantai Selatan Yogyakarta itu viral di media sosial.

Dalam video yang beredar itu menampilkan ikan-ikan teri itu berlompatan ke daratan sebesar jari kelingking orang dewasa.

Fenomena panen ikan teri yang melompat-lompat di Pantai Selatan DIY sempat diunggah akun Instagram @dislautkandiy.

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyebutkan ikan teri berlompatan di sepanjang pantai selatan ini merupakan fenomena tahunan.

“Fenomena seperti ini tiap tahun terjadi seperti itu. Saat ini memang ada musim teri,” jelas Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Catur Nur Amin di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Baca Juga  Daftar Kode Dial Telkomsel Murah Terbaru 2022

Ada sejumlah penyebab gerombolan ikan teri itu menepi di pantai.

Dalam unggahan video akun resmi Dinas Kelautan dan Perikanan DIY:

Hal ini disebabkan banyak hal seperti saat musim pancaroba di kawasan pesisir selatan.

1. Perubahan suhu air laut yang drastis
2. Blooming alga/plankton sebagai pakan ikan teri
3. Arus kuat/gelombang tinggi

Ada tiga kemungkinan ikan teri merapat ke daratan. Pertama adanya perubahan suhu air laut sehingga ikan-ikan teri itu bergerak untuk mencari suhu nyaman. Hingga akhirnya menemukan suhu hangat di sekitar pesisir pantai,

Ini menjadi berkas tersendiri bagi nelayan dan warga sekitar pantai. Dalam waktu singkat bisa mendapatkan ikan teri dalam jumlah banya sehingga bisa menambah pendapatan dan gizi keluarga. ***

Nelayan Panen Rejeki

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ Catur Nur Amin menjelaskan fenomena terkait kemunculan gerombolan ikan teri juwi yang berlompatan di pinggiran pantai itu hal yang normal. Merapatnya ikan teri ke daratan terjadi setiap musim pancaroba.

Laut selatan Jogjakarta dihebohkan dengan kemunculan gerombolan ikan teri juwi. Ikan seukuruan ruas jari manis orang dewasa ini terlihat berlompatan di pinggiran pantai. Nelayan memanfaatkan momen ini dengan menjaring ikan-ikan tersebut.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ, Catur Nur Amin menjelaskan, fenomena tersebut normal. Merapatnya ikan teri ke daratan terjadi setiap musim pancaroba. Kejadian ini hampir terjadi merata di seluruh pesisir Pulau Jawa.

“Bukan mistis, tidak luar biasa karena tiap tahun seperti itu. Cuma masalahnya sekarang terekspos media sosial. Sementara kalau dulu saat bertugas di Pelabuhan Sadeng memang ada musim teri,” jelas Catur Nur Amin, ditemui di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ.

Diperkirakan Adanya Perubahan Suhu

Catur memaparkan ada tiga kemungkinan ikan teri merapat kedaratan. Pertama adanya perubahan suhu air laut. Ikan teri terus bergerak untuk mencari suhu nyaman. Hingga akhirnya menemukan suhu hangat di sekitar pesisir pantai.

Baca Juga  Pengacara: Mana Kepikiran? Bharada E

Kemungkinan lain adalah adanya predator alami. Alhasil gerombolan ikan teri terpisah dengan rombongan besar. Hingga akhirnya merapat ke sekitar pesisir pantai selatan Jogjakarta.

“Predator alaminya itu salah satunya ikan layur. Kemungkinan terkait terkena gelombang besar sehingga gerombolan ikan ini juga terpecah ke darat,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ, Catur Nur Amin.

Dalam video tersebut terlihat ikan teri berlompatan, Catur menuturkan lokasi tersebut. beradat di Pantai Wediombo Gunungkidul dan Laguna Trisik Kulonprogo. Dia memprediksi kondisi ini bisa terjadi selama 3 hari.

Kondisi ini biasa terjadi pada malam hari. Pada malam hari, ikan teri akan kembali ke tengah lautan. Siklus ini terus terjadi selama masa kemunculan ikan teri.

“Biasanya itu malam hari, Teri ini sifatnya mengejar cahaya, Sehingga kayak di pelabuhan itu cahayanya banyak lampu sehingga menuju ke pelabuhan, bisa sampai pagi masih ada. Nanti siang menyebar,” ujar Catur Nur Amin.

Fenomena Ini Menjadi Berkah Tersendiri Bagi Para Nelayan

Diketahui Para nelayan, memiliki alat tangkap khusus. Berupa jaring ikan berukuran kecil. Selain itu juga cahaya lampu untuk memancing kedatangan ikan teri.

Dalam setiap panen, rata-rata nelayan mampu menjaring ikan teri sebanyak 1 ton. Untuk teri dengan nama latin stelephorus SP bisa terjual Rp 10 ribu perkilogram. Pembelinya mulai dari pengepul, warga hingga pemilik usaha rumah makan.

“Ikan ini bisa dikonsumsi, bisa digoreng atau disambel. Ukurannya sekitar 5 centimeter maksimal paling besar. Habitatnya di selatan pulau Jawa perairan samudera,” katanya.

Berkah tak berhenti sampai disini. Kedatangan ikan teri biasa diikuti oleh ikan jenis lainnya. Salah satunya adalah predator dari ikan teri, ikan layur. Ikan ini biasanya mengejar rombongan ikan teri hingga ke pesisir pantai.

“Biasanya habis panen teri kemudian panen ikan layur, karena itu tadi ngejar makanannya. Makanya nelayan sudah siap-siap,” ujarnya.