
Sadis! Pelaku Mutilasi Pacar di Ungaran: Potongan Di
sebar
Sadis! Pelaku Mutilasi Pacar di Ungaran, Konferensi pers kasus mutilasi wanita yang potongan mayatnya di temukan di Ungaran.
Semarang -Iman Sobari (32) di tangkap polisi karena secara sadis membunuh dan memutilasi wanita inisial K (24), kekasihnya sendiri. Sadis! Pelaku Mutilasi Pacar di Ungaran
Pelaku secara sadis memutilasi tubuh korban menjadi 11 bagian sebelum di buang ke berbagai tempat di Ungaran, Kabupaten Semarang.
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengatakan potongan tubuh di buang setidaknya di empat tempat. Salah satunya di bawah jembatan Sungai Kalongan (Kretek), Desa Kalongan.
Pelaku melakukan pembunuhan sadis, mutilasi menjadi 11 potong dan di buang di berbagai tempat, kata Luthfi di Mapolres Semarang, Selasa (26/7/2022).
Potongan kaki di buang di lahan sebelah pabrik Tegalpanas. Potongan tangan di Sungai Kretek Kelurahan Kalongan Kecamatan Ungaran Timur.
Dan Potongan dada dan perut di buang di Sungai Wonoboyo Kecamatan Bergas. Dan potongan kepala di buang di sungai, Bergas, ungkapnya.
Luthfi menjelaskan, sebelumnya korban di cekik hingga tewas di kos daerah Bergas, Kabupaten Semarang. Kemudian mayat ibu satu anak itu
di seret ke kamar mandi dan di mutilasi bertahap, mulai Minggu (17/7) hingga Selasa (19/7). Kemudian Di cekik hingga meninggal.
Dan Di potong menjadi beberapa bagian. Dan sadisnya pemotongan di lakukan secara berkala, jelasnya.
Sadis! Pelaku Mutilasi Pacar di Ungaran, Pada Senin (18/7) siang, pelaku menjual perhiasan korban senilai Rp 2,4 juta. Jadi tersangka melakukan mutilasi sebanyak empat kali.
Kemudian hari Kamis (21/7) tersangka menjual kedua kalinya perhiasan korban. Inilah rangkaian aksi keji pelaku dalam melakukan pembunuhan.
Organ dalam di buang di kloset, tegas Luthfi. Selama proses pemotongan jasad korban di simpan di kamar mandi kos.
Setiap motong lalu di buang, motong lagi lalu buang, imbuhnya. Di beritakan sebelumnya, sejumlah potongan tubuh manusia di temukan
di bawah jembatan di Desa Kalongan, Kecamatan Timur, Kabupaten Semarang, Minggu (24/7). Kemudian di temukan lagi potongan tubuh manusia
di aliran sungai samping objek wisata di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin(25/7). Polisi melakukan penyelidikan
dan berhasil mengungkap identitas korban dan menangkap pelaku pembunuhan sekaligus mutilasi di Stasiun Kutoarjo.
Ternyata pelaku merupakan residivis pencabulan dengan korban yang sama yaitu K. Keluar dari penjara, pelaku sempat tinggal bersama K di rumah kos di Bergas, Ungaran.
Pelaku Pembunuhan-Mutilasi Pacar di Ungaran Terancam Bui Seumur Hidup
Imam Sobari (32) tersangka pembunuhan dan mutilasi pacarnya wanita berinisial K (24) dijerat pasal pembunuhan. Pelaku terancam hukuman bui seumur hidup.
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengatakan tersangka di jerat Pasal 339 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsidair Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.
“Ancaman hukuman 20 tahun penjara maksimal seumur hidup,” ucap Yovan di Mapolres Semarang, Selasa (26/7/2022).
Saat ini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolres Semarang. Pelaku diamankan di Stasiun Kutoarjo, Purworejo, pada Senin 25 Juli 2022 pukul 01.00 dini hari. Ketika sedang naik kereta jurusan Jakarta-Tulungagung.
“Pelaku naik kereta dari Tegal, atas informasi tersebut selanjutnya Tim Resmob Polres Semarang berkoordinasi dengan Polres Purworejo untuk bantuan penangkapan terhadap saudara Imam Sobari di Stasiun Kutoarjo,” jelas Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi di kesempatan yang sama.
Imam Sobari ditangkap karena membunuh dan memutilasi pacarnya di kos di Bergas, Kabupaten Semarang, pada 17 Juli 2022 dengan alasan sakit hati diejek pengangguran. Korban dimutilasi 11 bagian dan dibuang di beberapa tempat.
Kasus ini terungkap setelah penemuan sejumlah potongan bagian tubuh manusia di bawah jembatan di Desa Kalongan, Kecamatan Timur, Kabupaten Semarang, Minggu (24/7). Kemudian ditemukan lagi potongan tubuh manusia di aliran sungai samping objek wisata di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (25/7).
Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap identitas korban dan menangkap pelaku di Stasiun Kutoarjo. Ternyata pelaku merupakan residivis pencabulan dengan korban yang sama yaitu K. Keluar dari penjara, pelaku sempat tinggal bersama K di rumah kos di Bergas, Ungaran.
Pelaku Mutilasi Pacar di Ungaran Diperiksa Kejiwaan, Ini Hasilnya
Polisi memeriksa kejiwaan Imam Sobari (34) pelaku pembunuhan dan mutilasi K (24) kekasihnya sendiri di Ungaran, Kabupaten Semarang. Dari hasil pemeriksaan, kondisi kejiwaan Imam di nyatakan sehat.
Kasubag Psikologi Kriminal Bagian Psikologi Kepolisian Biro Psikologi Staf Kapolri Bidang SDM Polri, Kompol M Mujib Ridwan mengatakan hasil itu di ketahui usai pihaknya melakukan tiga tahapan tes terhadap Imam untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.
“Setelah kami melakukan pemeriksaan dengan tiga metode yaitu wawancara, tertulis, dan observasi, kami berkesimpulan bahwa kondisi kejiwaan tersangka dalam keadaan sehat
Mujib menjelaskan pembunuh sadis itu juga dapat menceritakan secara runtut kejadian demi kejadian yang di alaminya dan di lakukan secara sadar. “Serta dapat di terima secara nalar tentang pernyataan-pernyataan tersangka,” jelas dia.
Sementara itu Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengatakan Imam di periksa oleh tim Psikologi dari Biro Psikologi SSDM Mabes Polri yang datang ke Polres Semarang. Hasil pemeriksaan di gunakan untuk kelengkapan berkas perkara.
“Hari ini tim Psikologi Mabes Polri datang ke Polres Semarang untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka IS, pemeriksaan ini sebagai bukti pelengkap dari berkas perkara serta guna mengetahui kondisi kejiwaan tersangka saat melakukan tindakan pembunuhan di sertai mutilasi,” kata Yovan.
Menurut Yovan Pemeriksaan Ini Sangat Penting
Menurutnya pemeriksaan ini penting untuk di laksanakan karena aksi pembunuhan dan mutilasi yang di lakukan oleh Imam tergolong sangat sadis.
“Tindakan sadis tersangka yang memutilasi korban dalam tenggang tiga hari dan di mutilasi menjadi 11 bagian ini yang juga mendasari kami untuk mengetahui kejiwaan tersangka,” tandasnya.
Untuk di ketahui Imam merupakan residivis kasus pencabulan dengan korban yang sama yaitu K. Setelah keluar penjara, Imam mengajak K hidup bersama di Ungaran. Namun pada 17 Juli 2022 Imam menghabisi K dengan dalih emosi usai disebut pengangguran.
Peristiwa terjadi di tempat indekos mereka di Bergas, Kabupaten Semarang. Imam kemudian memotong tubuh K menjadi 11 bagian dengan pisau dapur bertahap selama tiga hari. Selama itu pula dia membuang beberapa potongan tubuh ke berbagai tempat termasuk membuang organ dalam di toilet.
Aksinya terbongkar setelah warga menemukan tangan korban di Sungai Kretek Kelurahan Kalongan Kecamatan Ungaran Timur. Rekrim Polres Semarang berhasil melakukan penangkapan terhadap Imam di Stasiun Kutoarjo di bantu Polres Purworejo.
Pelaku Mutilasi Pacar di Ungaran, Usai Membunuh Sempat Datangi Anak di Tegal
Usai membunuh dan memutilasi, pelaku pembunuhan Imam Sobari (32), terhadap Kholidatunnimah (24), ternyata sempat menemui dan mempertanyakan anaknya yang di asuh orang tua KholidatunNimah di Tegal. Sebab, ia mengaku dekat dengan anaknya.
“Sempat datang ke Tegal menanyakan anaknya. Dia juga sering memberi barang untuk anaknya. Usai bertemu, pelaku pun akan lari ke Tulung Agung Jatim. Tanpa menunggu lama petugas menangkap pelaku di Purworejo saat naik kereta,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (26/7/2022).
Dari hasil pengembangan ternyata pelaku pernah terlibat kasus pencabulan terhadap korban yang sama (KholidatunNimah). Usai pelaku bebas kemudian, ia mencari korban yang kerja di Kabupaten Semarang.
“Pelaku pernah melakukan pencabulan terhadap korban pada tahun 2015 hingga punya anak yang sekarang berumur 5 tahun. Saat di cabuli korban masih di bawah umur, keluarganya tidak terima DAN di laporkan ke Polres Tegal. Pelaku di vonis 10 tahun dapat remisi dan menjalani penjara 6 tahun,” ungkapnya. Usai bebas, kemudian pelaku berusaha menemui korban di Kabupaten Semarang dengan maksud kembali menjalin hubungan dengan setiap hari ketemu. Karena korban bekerja di Ungaran.
Saat di ajak di skusi, pelaku merasa sakit hati karena tidak bekerja. Karena marah, pelaku langsung mencekik leher korban hingga meninggal dunia.
“Katanya masih sayang, punya anak, ibunya malah kamu bunuh, kamu itu sadis,” ujar Kapolda.
Mengetahui korban sudah tidak berdaya pelaku membopong tubuh korban ke dalam kamar mandi kos. Di dalam kamar mandi, pelaku melakukan aksi sadis dengan memotong tubuh korban menjadi 11 potongan dengan pisau dapur milik pelaku.
Pelaku Mutilasi Membungkus Potonggan Tubuh Korban Di Dalam 7 Kantong Pelastik
“Pelaku mutilasi tubuh korban bagian lutut dan pangkal paha. Jadi selama tiga hari di mutilasi,” ungkapnya. Setelah melakukan mutilasi, tersangka kemudian memasukkan potongan tubuh korban ke dalam tujuh kantong plastik dan di buang di sejumlah tempat. Potongan kaki di buang di lahan sebelah Pabrik PT Starwig Tegalpanas, potongan tangan di Sungai Kretek Kalongan Kecamatan Ungaran Timur.
“Kemudian, potongan dada dan perut di buang di Sungai W
Pelaku Pembunuhan-Mutilasi Pacar di Ungaran Terancam Bui Seumur Hidup
Imam Sobari (32) tersangka pembunuhan dan mutilasi pacarnya wanita berinisial K (24) dijerat pasal pembunuhan. Pelaku terancam hukuman bui seumur hidup.
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengatakan tersangka di jerat Pasal 339 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsidair Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.
“Ancaman hukuman 20 tahun penjara maksimal seumur hidup,” ucap Yovan di Mapolres Semarang, Selasa (26/7/2022).